Sejarah

Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, bila disimak, maka yang menjadi kata kunci dalam tujuan pendidikan nasional tersebut adalah bagaimana mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.

Secara nasional pengembangan manusia Indonesia seutuhnya secara formal diupayakan melalui pendidikan di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, dan Perguruan Tinggi. Dengan demikian maka pendidikan formal yang dijalani oleh para generasi muda menempati peranan yang strategis dalam menunjang tujuan pendidikan nasional. Strategi pendidikan formal yang ditempuh selama ini lebih beorientasi pada pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, sehingga lebih bersifat massal. Salah satu kekurangan strategi tersebut adalah kurang tepatnya perlakuan yang diterima oleh para siswa yang tergolong unggul, baik dari kapasitas intelektualnya, kemampuan belajarnya serta motivasi belajarnya. Para siswa unggul tersebut merasa hidup dalam lingkungan belajar kurang menantang, sehingga pada gilirannya akan kehilangan motivasi belajarnya.

Propinsi Daerah Tingkat I Jambi memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, yang sangat memerlukan tenaga – tenaga pembangunan yang berkualitas. untuk memenuhi tuntutan kebutuhan akan Sumber Daya Manusia ( SDM )yang semakin mendesak, maka Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jambi, melakukan terobosan dalam pembinaan generasi muda melalui pendirian Sekolah Menengah Umum ( SMU ) Unggul.

Pembinaan melalui SMU Unggul akan menjadi sarana menghasilkan kader – kader pembangunan yang terdiri dari pada generasi muda yang bercirikan 5 (lima) keutamaan yang telah diuraikan pada Bab Pendahuluan. Dari seluruh kegiatan penjajagan yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Tingkat I Jambi, yang terdiri dari pihak DPRD Tingkat I Jambi, maka telah disepakati bahwa SMU Unggul Propinsi Jambi akan mulai diselenggarakan pada Tahun Pelajaran 1994 / 1995 yang pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada Yayasan Pendidikan Jambi.

SMU Titian Teras merupakan lembaga pendidikan menengah swasta yang didirikan atas dasar kerjasama antara Yayasan Pendidikan Jambi, Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jambi, dan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jambi. Penetapan berdirinya SMU Titian Teras berdasarkan Surat Keputusan Ketua Yayasan Pendidikan Jambi nomor 09 tahun 1994 tanggal 14 Juli 1994 tentang pendirian Sekolah Menengah Umum Titian Teras Jambi.

Peresmian berdirinya SMU Titian Teras oleh Bapak Drs. H. Abdurahman Sayoeti Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jambi, pada tanggal 14 Juli 1994 (merupakan hari jadi SMU Titian Teras Jambi). Pengelola SMU Titian Teras adalah Yayasan Pendidikan Jambi yang dalam penyelenggaraan administrasi pendidikan bekerja sama dengan Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jambi dan Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jambi, yang secara teknis ditetapkan dengan keputusan sendiri. Tiap – tiap tahun pelajaran ( 1994 – 2000 ) menerima siswa sebanyak 70 orang siswa untuk 2 kelas, dan semenjak tahun 2001 menerima lebih dari 70 orang siswa untuk 3 kelas. Dari sekian banyak calon siswa yang mendaftar untuk ikut seleksi setelah dilaksanakan tes akademis, kesehatan, kesemaptaan jasmani, psikotes, ( untuk tahun 1994 s/d 2000 ) susah mencapai 70 orang. Selain itu juga semenjak tahun 2001, SMU Titian Teras mengadakan kelas akselerasi (kelas percepatan 2 tahun SMU), dengan menjalani dulu satu caturwulan masa belajar, kemudian diadakan evaluasi tehadap siswa – siswa yang berpotensi dan sebagai seleksi terakhir adalah dengan tes IQ. Untuk Angkatan I Akselerasi terdiri dari 20 siswa. Namun yang berhasil menyelesaikan sampai tamat hanya 19 siswa. Bagi yang tidak dapat menyelesaikan proses belajarnya di Kelas Akselerasi, dapat kembali ke kelas Reguler ( tidak di DO ).

Selain itu juga semenjak tahun 2003, pembagian jadwal kegiatan akademik SMU Titian Teras juga mengalami perubahan, dari yang sebelumnya menggunakan sistem Caturwulan (CAWU) sekarang menjadi Semester. SMU Titian Teras juga mengalami perubahan kuriulum, dari yang semula menggunakan GBPP 1994, kini menggunakan sistem KBK ( Kurikulum Berbasis Kompetensi ), dan dengan digunakanmyya sistem ini sekaligus menandakan perubahan nama SMU Titian Teras menjadi SMA Titian Teras.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s